Kompetisi Hacking atau Capture The Flag akan berlangsung Hari Selasa (17/7), di SMKN 1 Denpasar. Dalam kompetisi ini para peserta akan berlomba untuk bisa menembus server yang telah diproteksi oleh panitia.
Kompetisi hacking ini diikuti sekitar 90 peserta yang berasal dari seluruh Bali. Peserta terdiri dari perorangan dan tim yang terdiri dari 2 orang.
Setiap peserta diberi waktu selama 1 jam 15 menit untuk menjebol atau mengambil file dalam server panitia. Namun hingga batas waktu yang disediakan, tak ada satu pun peserta yang berhasil menjebol dan mengambil file dalam server panitia.
“Aduh ternyata susah banget ya jadi hacker, udah saya coba terus tapi nggak bisa-bisa juga (ambil file di server panitia),” kata salah sorang peserta Dayu Widiantari.
Menurut ketua panitia kompetisi, Michael Sunggiardi, kompetisi ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan tehnologi hacking kepada masyarakat. “ Tujuannya agar image hacker tidak selalu negatif. Hacking juga bisa digunakan untuk tujuan positif. Kita juga ingin agar orang yang tertarik tehnologi ini lebih memilih menjadi white hacker,”jelasnya.
Meski tidak berhasil menjebol server, panitia tetap memilih seorang juara bernama Budi dari Denpasar. “Ia menjadi juara karena paling lama berada di dalam server panitia,” kata Michael.